Membuat Pola Busana Dengan Teknik Kombinasi

Membuat pola busana dengan teknik kombinasi merupakan salah satu cara pembuatan pola dengan mengombinasikan teknik konstruksi A dengan teknik konstruksi B, teknik dressmaking dengan teknik konstruksi atau teknik konstruksi dengan teknik drapping. Pada bab ini kita akan membahas cara membuat pola busana dengan kombinasi teknik konstruksi dengan teknik drapping. Tujuan dari teknik kombinasi adalah untuk membuat busana dengan desain-desain yang sulit seperti desain busana pesta. Untuk menggambar pola kombinasi sama halnya dengan membuat pola lainnya yang membutuhkan ukuran tubuh sipemakai. Ukuran yang diperlukan secara umum yaitu:

 

  1. Lingkar badan
  2. Lingkar pinggang
  3. Lingkar panggul
  4. Lingkar leher
  5. Panjang punggung
  6. Lebar punggung
  7. Panjang muka
  8. Lebar muka
  9. Panjang bahu
  10. Panjang sisi
  11. Panjang rok
  12. Panjang lengan
  13. Tinggi dada
  14. Tinggi panggul.

     

 

Karena desain yang akan dibuat sangat sulit atau rumit, maka sebaiknya perhatikan hal berikut :

 

  • Pertama siapkan pola dasar, baik pola dasar badan, rok dan lengan
  • Sebelum dibuat sebaiknya diuji cobakan ukuran terlebih dahulu
  • Menguji cobakan pola yang telah dibuat
  • Sebaiknya bahan dimanfaatkan semaksimal mungkin, karena harga bahan pakaian agak terlalu mahal, untuk bahan fragmen dapat diganti dengan bahan yang memiliki sifat yang sama atau mendekati dengan sifat bahan utama.

Tentang alimuhksin

pelajar
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s